19 October 2011

GOOGLE + Dinyatakan Gagal, tak mampu Saingi Facebook

Unik Sembarangan

Insiyur senior Google, Steve Yegge, membocorkan sebuah dokumen internal yang inti dari dokumen tersebut adalah pendapat pribadinya sebagai seorang ahli dengan menyatakan kalau Google+ adalah sebuah kegagalan total.

Google Plus gagal, bagusan mana facebook dengan google+, jejaring sosial paling populer, kegagalan Google plus lawan facebook, produk Google gagal Dokumen yang berisi analisis kritis tentang pemaham Google terhadap media sosial tersebut tadinya ditujukan untuk rekannya, namun apa daya dokumen tersebut tidak sengaja terpampang di halaman Google+ miliknya, berikut kutipannya: ''Google+ adalah sebuah contoh penting bagi kegagalan total dari kita (Google) dalam memahami sebuah platform dari tingkat eksekutif yang paling tinggi (hai Larry, Sergey, Eric, Vic, howdy howdy) hingga turun ke level pekerja yang paling bawah (hey yo). Kami semua tidak memahami itu.''

Lebih lanjut dalam dokumen tersebut Yegge juga menjabarkan secara detail bagaimana Google telah gagal menciptakan jejaring sosial yang se-efektif Facebook. ''Google+ adalah sebuah reaksi omong kosong, dibuat berdasarkan pemikiran yang singkat, berlandaskan pemikiran yang salah dengan pengertian kalau Facebook sukses karena mereka dapat membuat produk yang bagus.

Tetapi itu bukanlah alasan sebenarnya dari kesuksesan Facebook. Facebook bisa sukses karena mereka membangun seluruh konstelasi produknya dengan membiarkan orang-orang untuk melakukan pekerjaan mereka.'' tulis Yegge di laman Google+ miliknya.

Lebih lanjut, dia menulis : ''Satu hal terakhir yang tidak dapat dijalankan dengan baik oleh Google adalah tentang platform. Kami (Google) tidak mengerti tentang platform.''

Melihat kesunyian nama Google+ sekarang ini, apakah Google+ akan menjadi satu lagi produk Google yang gagal diterima pasar ? Sebuah quote yang cukup bagus dan saya yakin anda mengetahuinya, "kegagalan adalah pintu menuju sukses". Apakah Google+ bakal sesukses Facebook untuk jangka waktu ke depannya? Hanya waktu dan konsistensi Google selaku 'pemilik' Google+ lah acuannya.


sumber

No comments: