10 February 2012

Gunung Padang, Keajaiban dari 4700 SM ???

Sewa Ruang Kantor Jakarta Murah
UNIK SEMBARANGAN
RUMAH DIJUAL DI KARANGPUCUNG PURWOKERTO
SOURCE CODE VISUAL BASIC, VB.NET, dan PHP MURAH MERIAH
DVD Master PES (Pro Evolution Soccer) 2010-2011-2012, FM (Football Manager) 2010-2012, dan FIFA 2012




VIVAnews - Tim Bencana Katastropik Purba akhirnya mengungkap hasil penelitian yang dilakukan di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian, situs Gunung Padang yang sebelumnya diketahui sebagai punden berundak, ternyata diduga sebagai kompleks bangunan yang memiliki struktur mengagumkan, terutama untuk masa prasejarah.



Anggota tim yang merupakan ahli Geoteknologi dan Peneliti LIPI, Danny Hilman, mengatakan penelitian dilakukan dengan menggunakan survei geologi, georadar, geolistrik, geomagnet, hingga pengeboran.

"Kami menemukan struktur batuan hingga kedalaman 20 meter. Ada seperti sesuatu yang dipangkas," kata Danny Hilman.

Sketsa Imajiner:

Kemudian anggota tim yang juga Ahli Geologi ITB, Andang Bachtiar, mengatakan hasil pengeboran jelas memperlihatkan bahwa situs Gunung Padang merupakan bangunan hasil buatan manusia, dengan teknologi yang terbilang maju.

"Ini constructed. Dari kedalaman 18 meter ke atas adalah bangunan, bukan sesuatu yang natural," ucap Andang.

Tak hanya itu, punden berundak di Gunung Padang juga menggunakan perekat untuk menyambung bangunan. "Ini bukan pelapukan andesit, tapi semacam semen purba," jelasnya.

Kemudian, terdapat juga suatu lapisan buatan, yang salah satu materinya adalah pasir. "Ini seperti teknologi yang mampu menahan gempa."
Batuan yang digunakan pun terbilang istimewa. Saat VIVAnews datang ke situs Gunung Padang, Andang Bachtiar mengatakan bahwa sebelumnya ada dugaan bahwa batu-batu itu terbentuk secara alami dari proses vulkanik, yaitu columnar joint basalt.

Tapi, Andang menyebut columnar joint basalt tidak ditemukan di sekitar situs Gunung Padang. Sehingga, pertanyaan lain pun muncul: bagaimana batu-batu itu didatangkan dan seperti apa cara penyusunannya.

Berdasarkan hasil pengeboran, tim kemudian melakukan carbon dating terhadap sisa-sisa akar tanaman atau arang bekas pembakaran. Menurut Danny Hilman, hasil carbon dating memperlihatkan bahwa situs Gunung Padang diprediksi berasal dari 6.700 tahun lalu. "Berarti sekitar tahun 4.700 Sebelum Masehi," ucapnya.

Sedangkan ahli arsitektur Pon Purajatmika mengatakan punden berundak di Gunung Padang memperlihatkan kepercayaan masyarakat dan asumsi fungsi bangunan.

Di Teras 1 misalnya, orientasi arah bangunan menghadap ke Gunung Gede. Ini sesuai kepercayaan di masa lalu yang menganggap gunung sebagai tempat yang dianggap suci.

Namun, di Teras 3 dan Teras 4, orientasi arahnya berbeda, dan menunjuk ke arah samping. "Seperti mengarah ke Gunung Karuhun, makam leluhur," ucap Pon.

Tak hanya itu, Pon bahkan menyebut situs Gunung Padang memperlihatkan ada semacam singgasana dan kursi-kursi. Singgasana utama dan lima batu kursi terdapat di Teras 2. Sedangkan di Teras 5 terdapat enem kursi sila.

"Ini seperti memperlihatkan tatanan sosial," jelas Pon. (sj)

• VIVAnews




Pembahasan mengenai gunung padang.



Pertama diberikan perkenalan tentang situs gunung padang oleh Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Luthfi Yondri  yang beliau jelaskan adalah situs gunung padang menurut kajian arekolog, sejarahwan dan ilmuwan lain yang udah dipublish dan diyakini sekarang
kemudian dikasih penjelasan oleh arsitek (DR Pon purajatmika), membahas gunung padang dari segi arsitektural.

kemudian diberikan penjelasan lagi oleh Bpk Hokky Situngkir
pembahasan dia seru dan nyaris di luar nalar  tapi pas baca paper dia yang dibagiin pas seminar sih masuk akal
intinya sih dia bahas kalau ada kemungkinan situs gunung padang itu juga ada alat musik purba, lalu dia juga bilang susunan batu di sana dapat diintrepretasikan dari sudut astronomi dan perbintangan, apalagi ya? banyak deh.. gue kurang nyimak habisnya duduk di belakang
Nah penjelasan berikutnya dilakukan oleh BKP, mereka bilang mereka sudah melakukan studi geolistrik dan pengeboran (saya ngga terlalu ngerti metode bor ini, mungkin yang geolog lebih paham ).

apa aja ya yang dibahas.. intinya sih situs megalitik itu sudah punya teknologi bangunan yang digunakan pada saat ini. yakni memberikan lapisan pasir pada bagian atas pondasi. terus katanya di sana ada struktur tembok yang memanjang sampai ke bawah
mereka juga sudah punya teknologi penahan longsor (gunung padang dibangun di atas bukit). padahal usianya 2500SM lho
Ketika mereka melakukan pengeboran di situs gunung padang, pada kedalaman beberapa puluh? meter, bor mereka seperti di dihisap
ketika dicek ternyata ada lapisan pasir yang sangat halus, dan imposibly natural. dan mereka dengan sangat yakin menegaskan kalau itu adalah struktur MAN MADE!

mereka bawa contoh pasirnya tadi pas seminar.. pasirnya halus dan kayak diayak
kemudian dilakukan radiometric dating... usia struktur man made itu secara sah dan meyakinkan menurut BKP adalah 4800 SM!!!!

~ini sebagian ingatan dan Stensilan saya sewaktu seminar ...mohon maaf kalo ada yang salah. Tapi kalo ada yang aneh mohon dikritisi~

~sebagai awalan, perlu saya beri pemahaman awal, bahwa untuk kasus Gunung Padang dan Gunung Sadahurip bisa dikatakan kondisinya berbeda. Baik dari kondisi temuan, arah kesimpulan, dan juga aspek politik. Lokasi nya juga berbeda. Jadi kalo ada kontroversi di Gunung Sadahurip tidak serta merta menafikan fakta mengenai Gunung Padang hanya karena penelitinya dari pihak yang sama.~


SITUS MEGALITIK GUNUNG PADANG



Pembahasan sesi gunung padang ini dibagi 4 topik, yaitu :
1. Pengetahuan pengantar arkeologi gunung padang oleh Dr Lutfi Yondri (Balai Arkeologi Bandung),
2. Arsitektur Imajiner dari Gunung Padang yang serupa Macchu Pichu (Pon Purajatmika, Ex Ketua Himpunan Arsitek)
3. Arkeomusikologi dan Arkeoastronomi gunung padang (Hokky S, peneliti Bandung Fe)
4. Temuan Fenomena oleh tim BKP

*Dr Lutfi Yondri

Paparan beliau menjelaskan kondisi situs megalitik Gn. Padang. Key Informasinya (gw sebenernya juga dari awal belum tahu) : Gunung Padang sudah menjadi situs megalitik dengan 5 teras punden berundak.
Usia peninggalan megalitik di gunung padang diperkiakan 2500-1500SM pada masa bercocok tanam.
Beliau juga menjelaskan sejak 2500SM masyarakat Gn, Padang sudah memiliki kearifan lokal, dengan pembuatan susunan tangga antiroboh.
Gambar situs gunung padang



~ini paparan beliau merupakan premis awal, yang sudah diketahui oleh sejarawan. Lantas kenapa situs Megalitik yang udah jelas dibahas disini? Banyak situs megalith lain di tempat lain kenapa ngga dibahas juga? simak paparan selanjutnya~

*Dr Pon
Beliau pertama juga menjelaskan keunikan struktur di sana, yang konon tahan gempa

Ada temuan batu besar yang memiliki cekungan kecil di bagian atasnya dan sebuah batu bulat terpisah, dimana setengah dari batu bulat itu bisa dimasukkan ke cekungan batu besar itu. Dan setengah batu bulat itu bisa dimasukkan pada cekungan (bagian bawah) pada batu besar diatasnya. Seperti Lock n Lock.

Kebayang ngga dengan deskripsi gw 
*nyari gambarnya susah
ditemukan juga saat pengeboran pasir2 halus.
dugaan awal sebagai resistant anti gempa.

Mengenai punden berundak situs megalith tersebut, tinggi nya kira2 6 m. Demikian fakta yang telah diketahui selama ini

punden berundak:




apa yang menjadi menarik adalah diperkirakan di bawah struktur punden berundak itu ada struktur lain yang dalamnya 18m...dan relatif konsisten membentuk ruang/bangunan

beliau akhirnya membuat sketsa arsitektur imajiner



*Hokky S.
Beliau mengatakan bahwa orientasi tiap teras ternyata tidak sama. Ada yang menghadap gunung gede, ada yang menghadap tempat lain. Diduga karena perbedaan fungsi. Dalam skope kecil nunjukin ada kompleksitas kebudayaan di situs gunung padang.
Dari orientasi pusat nya, situs gunung padang itu mengarah ke Gunung Gede, sebuah tempat di jawa barat ditemukannya BANYAK prasasti, seperti prasasti ciareuteun, batutulis dsb.

ditemukan juga batu2an yang mengandung senyawa logam sehinngga bisa berbunyi nyaring. Bukan asal nyaring, karena dari 4 tempat ada 4 frekuensi nada yang berbeda dan konsisten. Diduga alat musik ini digunakan sebagai peringatan atau alarm.

kemudian saya lupa di teras keberapa beliau menyebutkan, ada batuan yang menyerupai jam matahari, beliau menjelaskan hitung2an astronomi yang saya ga tau dan juga ada sebuah kursi yang diduga sebuah singgasana, ternyata menurut peneliti ini kursi tersebut punya fungsi tersendiri.

apabila penduduk Gn Padang kuno duduk di kursi itu saat malam hari, dan memandang langit, maka akan menunjukkan arah utara berkat panduan bintang. Masalahnya adalah, pada masa kini kalo sekarang kita duduk di sana tidak akan menunjukkan arah utara, karena konstelasi bintang sudah berubah.

Tapi, posisi konstelasi bintang yang menunjukkan tepat arah utara (dengan posisi seseorang duduk di kursi itu) diperkirakan pernah tepat pada posisi pandang pengamat ....pada tahun 3500SM!.
dijelaskan juga sudut2 simetris pada bangunan megalitik tersebut yang menguatkan temuan arkeo-astronomi ini.

*Tim BKP

mereka melakukan tes geolistrik, geomagnetik, geologi, georadar, pemboran....
dan hasil akhirnya bisa dilihat di gambar mereka (saya tidak punya  )
membentuk suatu alur selang seling warna merah-biru dan konsisten.
merah biru menurut mereka berarti selang seling benda padat dengan benda yang kerapatannya lebih rendah, dan seperti kue lapis. bahkan ada yang lapisannya silang silur seperti ketupat gitu,Selang seling itu tidak ditemukan di tempat lain.

kesimpulan 1 : ada struktur masif hingga kedalaman 18m yang sangat teratur, dan tidak full pejal.

kemudian saat pengeboran, ditemukan pasir pada sebuah rongga, dan sangat halus seperti diayak

kesimpulan 2 : struktur itu pasti man made


dilakukan dating pada pasir tersebut dan hasilnya berusia 4800SM

dugaan : bangunan tersebut berusia 4800SM (disputed, menurut agan coffin mengenai teknik carbon dating), Perkiraan usia didukung fakta arkeo-astronomi yang menyebutkan hal2 menarik yang hasilnya konsisten bahwa situs gunung padang (keseluruhan, dengan pondasi dibawahnya) berusia lebih tua dari Macchu Pichu

untuk situs Gunung Padang ini, dari pihak2 pemapar tidak ada yang kontra dengan temuan tersebut, (ga seperti case Sadahurip, ada geolog Sudjatmiko yang menentang)
dari fakta2 yang disampaikan tidak ada yang saling membantah fakta2 yang dipaparkan. Semua konsisten
which is means mereka wait and see untuk menunggu ekskavasi gunung Padang dengan keyakinan bahwa di dalamnya ada struktur masif.

S U M B E R

1 comment:

Anonymous said...

mudah mudahan cepat di gali untuk memebuktikan benar tida adanya banguna berbentuk piramid itu dan mudah mudahan pemerintah jangan mrmpersulit penelitian ini sebab ini untuk membuktikan bahwa bansa indonesia sejarah masalalu yang hebat